Rss Feed
  1. Masa indah dibelakang sekarang, sedang mondar-mandir di pikiran. Sangat sibuk. Refleksinya, bibir ikut-ikut  sibuk, pegal pula. Ya.. senyum memang tidak bisa direm, malah makin pegal.
    Sudahlah, senyum, ya senyum saja.

    Aku rindu dulu. Ketika duniaku ia bawa ke negeri yang selalu pagi. Ketika pohon, kabut, pegunungan, langit abu, awan putih, dan burung merpati selalu hadir di ufuk khayal, menjelma bagai kawan berangkat sekolah yang diidamkan hadirnya. Juga, ketika lukisan kehidupan yang selalu indah, ia bungkus apik.
    Aku merasa terberi, walau tidak ia beri.

    Iya.. ini tentangmu. Tentangmu..

    Aku rindu, sedang rindu kau yang dulu berdiri jauh disana, di koridor berlantai merah tua, memakai baju hangat warna jeruk. Kawanku bilang, kau di siang hari, bak air di pagi hari. Segar.
    Ditambah baju hangat itu, sosokmu lebih dari segarnya jeruk yang baru dipetik.

    Aku rindu kala tatapmu menghujam tatapku. Selalu, aku kalah lalu menunduk. Walau begitu, aku rela tak menjadi pemenang. Asal lawanku, kau.
    Kau itu.. memang memabukkan. Candu.

    Kak, dulu aku meniru tanganmu ketika menggandeng stang motor.
    Sayang, ketika keberuntungan disisi, tak tahu apa yang harus diperbuat. Terlalu gugup.

    Akhirnya, kau melangkah cepat.
    Sungguh singkat.



    Baik-baik ya.
    Tak apa kan aku merindu, memang rasa sulit dicipta.



  2. Sore hari tiba lagi.
    Cukup lama menuju waktu matahari tenggelam, masih sekitar dua jam lagi, mungkin.
    Angin lembut menyapa lagi. Mengelus-ngelus pipiku ceria.
    Matarinya cukup terik, ketika kurasa mataku hanya terbuka setengah, menghindar dari silaunya cahaya orange yang sangat kusuka ini.

    Terasa, indah kini tersungging dibibir. Walau tanpa kaca, aku tahu ini senyum yang cantik.

    Lihat, gaun ini juga cantik, warnanya putih.
    Sepatu putih terpasang indah di kaki jenjangku. Bentuknya indah, seperti sepatu kaca milik cinderella, hanya saja yang ini warnanya putih, bukan bening. Hanya saja yang ini terbuat dari sutra, buka kaca. Malah lebih baik, bukan?

    Sebentar, sejak kapan rambutku bergelombang? Panjangnya sama, sedikit dibawah bahu. Ini, sangat cantik. Berkali-kali lipat cantik.
    Ah, hanya aku disini. Kalau bukan hanya aku, harus jilbab putih yang tergerai cantik, bukan rambut hitam.

    Dan, dudukku di atas ayunan. Ayunan berbantal putih dan beratap. Dudukku di pinggir, satu dudukkan tersisa disana, hanya terisi buku. Buku bersampul indah. Bukan gadget, bukan.

    Di depan, meja bundar dari kayu berdiri khidmat, menyuguhkan segelas kopi susu. Ya, baru saja aku mencicipinya, memang kopi susu kurasa. Kopi susu terenak yang pernah singgah di indera perasaku.

    Kusandarkan punggung dan kepalaku. Rasanya bahagia. Bahagia sekali. Hanya Tuhan yang mengerti besar bahagiaku sekarang.

    Dan, ayunan ini bergerak pelan. Aku tidak menggerakannya.

    Ketika, ada ia yang tersenyum, sambil mengambil buku bersampul indah itu, memindahkannya ke meja.
    Ia duduk, melihat ke depan, dan tersenyum.
    Ayunan ini bergerak lagi, lagi, lagi.

    Tinggi. Kukira, kepalaku akan sejajar dengan bahunya. Tapi tidak, kakiku jenjang. mungkin kepalaku dengan kepalanya tidak berbeda jauh tinggi.

    Putih. Kukira, kulitku akan coklat saat bersamanya. Tapi tidak, kulitku ternyata jauh lebih putih.

    Tuxedo putih terpasang rapi. Yang kulihat hanya tangannya, hampir sama dengan warna pakaiannya.
    Pun pita dan sepatu putih, terpasang disana rapi,  indah.

    Jilbab tetap tidak disini, hanya rambut yang melambai-lambai.

    Ada apa?
    Ternyata senyumku tidak hilang sejak tadi. Sejak ayunan bergerak.


    ---

    Dear, jodohku dan kebahagiaan. Kurasa cerita ini akan terjadi suatu hari. Aku membayangkan, hari itu cuaca di balkon luas kita sedang indah. Aku membayangkan, hari itu aku memutuskan untuk tidak bekerja, dan ada rekan kerja yang siap sedia menggantikan peranku, hingga orang sakit bisa cepat sembuh.
    Aku membayangkan, kau juga sama, melepaskan pekerjaanmu untuk sejenak, hingga kantung-kantung hitam di bawah mata itu kini hilang -kau tidur cukup.

    Dear, jodohku yang memegang bagian besar dari bahagiaku,
    Bahagia kita ternyata sederhana, kau tidak perlu repot-repot mengajakku ke tempat yang indah nan jauh.
    Hanya menyiapkan ini semua, di sore hari di atap rumah kita.
    Kita tersenyum kan?

    Dear, jodohku yang tampan segala-galanya,
    Aku memang benar-benar jadi wanita tercantik semenjak disisimu. Hatiku berkapi-kali lipat cantiknya, karena ketampanan hatimu. Terimakasih, jodoh.

    Dear jodohku yang teramat ku cinta,
    Aku berdoa agar kita benar-benar dijodohkan di akhirat kelak. Tidak hanya disini, di tempat yang sebentar waktunya. Kau juga berdoa yang sama, selalu. Ya?

    Dear jodohku.
    Terimakasih atas hatiku terpilih. Tetaplah disamping tubuh rapuhku.
    Pun aku, akan senantiasa dibelakang jiwa rapuhmu.

    Dear.. My dear..
    Stay healty, sampai kita benar-benar bertemu, menghalalkan pertemuan, dan menghabiskan waktu bersama.
    Jangan tersesat, aku yakin kau bisa sampai dengan selamat, kesini.

    Salam rindu dariku.
    Aku, your future woman.



  3. hhhhh

    Friday

    Twitter, Facebook, terlalu traffic. Ramai.

    Cuma ingin bilang, kalau malam ini rasanya sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih sekali. Sedih.

  4. Titik

    Tuesday

    Hanya bertemankan mereka; sebuah laptop, sakit kepala, dan kemalasan yang membabi buta.
     
    Malam ini seram, bahagia tidak didapat. Kegalauan menguasai medan pikiran, menang. 

    Malam besok jangan. Jangan. 





  5. Marcus - Aiden

    Wednesday

    Percakapan bodoh yang pada akhirnya, dapat mengurungkan niat terbesarku sejak awal. Bisa dibilang, impianku sejak mengenal suara itu. Marcus, suaramu indah. Namun Aiden.. Anything for you.

    "Ye-ah.. Kau lebih menyukai suara Kyu dibandingkan suaraku ya? Kudengar kau ingin sekali berduet dengannya.."

    "Mm.. Haruskah kujawab?"

    "Tentu"

    "Ne."

    "Iya? Iya apa?"

    "Iya apa? Iya, yang tadi kau katakan benar, oppa."

    "Semuanya?"

    "Yup."

    "Kalau begitu, aku akan berlatih lagi agar suaraku lebih baik."

    "Hahaha. Donghae oppa.. Suaramu yang terbaik!"

    "Ye Eun-ah.. Sebenarnya aku tidak pernah setuju kalau kau jadi penyanyi kelak."

    "Wae? Suaraku jelek? Jahat."

    "Bukan begitu. Aku hanya tidak suka kalau kau bernyanyi untuk orang lain selain untukku. Apalagi berduet dengan laki-laki lain, menyebalkan.."

    "Mwo? Alasannya itu? Hahaha kekanak-kanakan. Lalu, apa yang kau lakukan dengan suaramu? Kau bernyanyi untuk berjuta wanita selain aku, oppa. Kau juga berduet dengan penyanyi-penyanyi cantik. Lebih menyebalkan.."

    "Biar saja. Cukup aku, kau jangan"

    "Hih. terserah kau saja oppa. Dasar childish."

    "Hahaha. Ya sudah, kau.. jangan berduet dengan Kyu. Denganku saja. Suaraku yang terbaik kan? Setuju ya, chagi?"

    "Ya ampun!"

    "Hahaha~"


    My Aiden, Marcus. 
    Looking at you both, feels like all of human being's luck, comes along for you indeed. How fascinate.




  6. Merintih asa
    Terpeka rasa
    Aku, tersiksa.
    Cita telah kuasa
    Mematikan suka
    Cinta akan bisa
    Menarik makna
    Untuk terbuka.
    Jiwa diterpa
    Ramah tak ada
    Kuat dibara
    Kokoh ditimpa
    Aku, terbiasa.

    Cinta tersita
    Untuk cita.


  7. Kalau Kau mengizinkan dan meridoi..
    Dekatkan aku dengan cita-cita terbesar nomor tiga dalam hidup, being a generous doctor, in future.

    Tuhan... Tolong.

  8. Langit putih pagi hari, hiasan awan hitam mengiringi

    Tatapku penuh dari bumi, senyum murni menghiasi



    Angin sepoi penyentuh kalbu, makin lama makin serdadu

    Pikirku cepat meliku, untuk siapa ini rindu



    Pohon hijau sedikit rimba, bergoyang nampak tak ceria

    Luka hati akan cinta, mengering sudah oleh cita



    Embun pagi lama tergantung, bening indah terdiam di ujung

    Hidup.. memang sedih senang tak tanggung-tanggung

    Lebih baik pada Tuhan kita menjunjung.



    15 Juli 2012. Ireneu Lestari, dengan awan pagi yang indah nan gelap sebagai kawan.




  9. ***

    Ye Eun memutuskan untuk mengakhiri suasana tidak mengenakan ini dengan membuka mulut. Setidaknya, dia harus jujur pada Hae. Disamping itu, Ye sebenarnya tidak tahan dengan tatapan Hae. Tatapan itu beramarah, namun tidak dapat menyembunyikan kelembutan Hae terhadap Ye. Ye tidak tega, pasti sekarang tatapannya jauh lebih tajam dan menusuk daripada tatapan Hae padanya.

    "Pulanglah barang satu hari di waktu luangmu. Beri aku kabar dimanapun dan kapanpun selama kau tidak bersamaku. Beri aku senyum itu lebih banyak daripada yang didapatkan orang lain.."

    "Kau marah padaku gara-gara itu?"

    "Tidak. Aku tidak marah. Kau membuatku merasa.. aku bukan wanitamu. Dan kau membuatku merasa.. kau.. akan meninggalkanku kelak. Aku tidak suka merasakan itu semua."

    Ye Eun menundukan wajahnya, tak kuasa melihat tatapan bening Hae. Hanya tatapan itulah yang dapat meruntuhkan segenap kekecewaan yang sudah susah payah Ye perlihatkan. Kali ini, Hae harus melihatnya, harus.

    "Maaf.. Maafkan aku, aku terlalu sib-"

    "Jangan lakukan itu lagi sesibuk apapun kau, oppa. Bagi padaku sedikit duniamu. Beri aku satu pesan singkat, satu malam kau bersamaku, satu senyuman dan satu tatapan hangatmu. Beri aku perasaan bahwa hatimu selalu tetap bersamaku walau ragamu jauh. Maaf, aku terlalu banyak meminta.."

    Hae tidak mengeluarkan sepatah kata pun, matanya melemah dan dahinya berkerut melihat yeoja yang teramat disayanginya bersedih. Ah, tidak, Ye lebih dari bersedih, ia kecewa. Wanita itu dirundung rasa takut. Takut akan kehilangan orang yang juga teramat disayanginya. 

    Biasanya, Ye tidak pernah sesedih ini. Ye mempunyai mata ceria, hanya mata itu yang mampu membuat hari-hari Hae yang biru, menjadi sempurna. Tawanya tidak pernah terdengar hampa, namun tulus dan bersemagat. Biasanya, Ye tidak pernah melewati kepulangan Hae tanpa penyambutan yang dramatis. Ia akan menunggu tepat di depan pintu rumah pink-nya dengan poster bertuliskan kata-kata sayangnya untuk Hae diangkat tinggi-tinggi -seperti ELF dalam konser-konser Super Junior- atau dengan poster besar foto Hae, atau tidak tanggung-tanggung, banner foto kekasihnya, ia acung-acungkan sambil berteriak histeris. 
    Tidak jarang, tetangga-tetangga yang kebetulan -kebanyakan sengaja- melihat, terkikik melihat tingkah Ye. Hae tidak pernah merasa risih atau keberatan dengan penyambutan seperti itu, ia malah senang. Rasa lelahnya kerap hilang dengan keceriaan Ye, dengan mata Ye. 

    Tapi, tidak hari ini. Ketika Ye tidak menyambutnya di depan pintu seperti biasa. Ketika Ye malah asik mengurung diri di kamarnya, yang ternyata Hae tahu.. sedang melihat foto-foto namja lain dengan sunggingan manis dibibir!

    Hati Hae sakit, tapi demi Tuhan, rasa sakitnya tergantikan berkali lipat oleh raut wajah Ye ketika berbicara padanya, barusan. Hae sadar, ia terlalu nyaman dengan posisinya selama ini. Ia terbiasa dengan kehadiran Ye disisinya, ketika penat melanda. Hae tidak banyak bertemu Ye karena kesibukan. Tidak jarang, Hae juga lupa memberi Ye pesan singkat karena terlalu sibuk. Di televisi, ia memberikan banyak senyum dan kebahagiaan pada rekan-rekannya. Ye pasti melihatnya, namun Ye tidak pernah merasa iri, sebelum ini. Ye bahkan ikut menikmati kebahagiaan itu, walau hanya dari depan layar televisi.

    Dan semuanya terasa menyedihkan ketika Ye melihat senyuman Hae terbagi darinya sangat banyak, untuk yoeja lain di salah satu acara televisi. Ye tidak pernah melihat Hae memberinya banyak kebahagiaan itu padanya selama ini. Ye sadar, kesibukan memisahkan mereka, Ye mengerti. 

    Tapi tidak kali ini.

    Dan memang, Ye pun ingin Hae mengetahui perasaannya. Walau sering, Ye gagal mengungkapkannya karena tak kuasa melihat mata lelah Hae. Atau, tak kuasa melihat tatapan bening Hae.
    Namun, kali ini Ye berhasil. Dan yang terpenting, Hae pun mengerti. Ia mengerti sekarang.

    Tanpa membuang waktu, Hae berhambur memeluk Ye yang ternyata sudah berlinang air mata dalam posisinya yang tertunduk. Hae memeluk Ye erat, lama, dan hangat. Tidak lebih dari sepersekian detik, Ye tergugu, Ia menangis dalam pelukan namja chingunya itu.  

    "Jeongmal mianhae, oppa.. Maafkan ak-"

    "Yakinlah. Percayakan hatimu pada hatiku, Song Ye Eun. Uljima, jebal..  Gedaen namaui yeoja, saranghaeyo.."

    Hae mengelus kepala Ye lembut. Kemudian dalam pelukan Ye, Hae mengerti akan segala ketakutan yang dirasakan Ye terhadap kata "kehilangan".
    Bagai lullaby malam hari yang selalu ia putar, kata-kata Ye tersimpan sudah di alam bawah sadarnya. Setiap kata, notasi dan melodi sedih Ye seakan sengaja diputar ulang, lagi dan lagi. Dalam hatinya, Hae berjanji tidak lagi membuat Ye sedih. Tidak, itu tidak akan pernah dilakukannya lagi.

    ***

    Donghae's POV


    "Kyu... Kyuhyun..? Kau.. Sedang apa dengan foto-foto itu? Kenapa wajahmu ceria sekali melihat foto-foto Kyuhyun?"

    Aku baru sampai rumah, dengan perasaan mengganjal dalam hati. Kenapa Ye tidak menyambutku seperti biasa? Mana senyuman dan pelukan yang biasa diberikannya ketika aku pulang? Pikirku tidak segera terobati, ketika kulihat, rumah ini sepi, tanpa televisi atau musik berisik yang biasa dinyalakan Ye. 

    Hm.. Tapi toh pikiranku cukup terkendali. Mungkin Ye sedang tidur karena kelelahan dengan tugas-tugas kuliahnya. Aku cukup maklum, ia tercatat sebagai mahasiswi kedokteran di Seoul National University. Tugas-tugasnya pasti menumpuk, dan seperti kebiasannya yang lalu-lalu, ia begadang dan tidur di siang hari libur seperti sekarang.

    Setelah menutup pintu depan yang sendirian menyambut kepulanganku yang terhitung sangat jarang ini, aku segera bergegas ke kamar mandi. Ye tidak kunjung muncul, kurasa ia benar-benar tidur. Sudahlah, aku hanya ingin membersihkan tubuhku terlebih dahulu. Rasanya hari ini lelah sekali. Ye Eun, awas ya kalau benar-benar tidur, maaf maaf saja harus pusing karena kubangunkan. Aku hanya pulang hari ini, kau harusbangun dan tersenyum untukku yang banyak.

    Selesai mandi, kuharap Ye sudah bangun dan menyediakan teh hangat di meja, seperti biasa. Sambil mengeringkan rambutku dengan handuk, aku berjalan ke arah sofa di ruang tengah. Tidak kulihat satu gelas khas yang kuharapkan tersimpan disana. Kunyalakan televisi, dan kupakai sweater gading yang tadi kuletakkan di atas sofa. udara cukup dingin kali ini. Ah.. ini lebih baik, benar-benar membuat suasana nyaman, hangat dan hidup. Dari tadi, tidak ada suara apapun di rumah ini, sunyi sekali. Ye benar-benar tidak seperti biasanya, tidur disaat aku pulang ke rumah. Kalaupun ia mengantuk, ia akan menyambutku terlebih dahulu, menungguku mandi, dan menyediakan teh hangat. Sudah begitu, baru ia akan tidur di pundakku.


     Kuhirup aroma ruangan ini. Pandanganku berkeliling, dari meja dekat sofa, dinding berwarna coklat kayu dan rangkaian foto kami, televisi, lemari hias, dan televisi lagi. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir aku pulang, sekitar.. dua bulan setengah. Aku juga sudah sangat merindukan Ye Eunku. Ah, sekarang waktunya membangunkan si tukang tidur kesayanganku itu. Hahaha, sedikit geli memikirkan dengan cara apa aku harus membangunkannya. Dengan cara membangunkanku pada siwon.. Atau Hyuk.. Atau biasa-biasa saja seperti pada member lain? Hahahaha sudahlah.

    Pelan, kulangkahkan kakiku menuju kamar Ye. Sunyi sekali, benar.. sepertinya Ye tidur. Bisa-bisanya tidak kunjung bangun padahal aku sudah selesai mandi. Memangnya tidak kedengeran apa aku bernyanyi-nyanyi keras tadi? 

    Ah.. kamarnya tidak ditutup rapat. Baguslah, berarti tidak dikunci. Ye susah sekali dibangunkan kalau dari ketukan pintu saja. Tidak ada suara musik. Kalau tidur siang, biasanya kan Ye memasang musik. Oh, mungkin dia pakai headset. 
    Pelan-pelan, langsung saja kubuka pintu kamar Ye..

    "Kyu... Kyuhyun..? Kau.. Sedang apa dengan foto-foto itu? Kenapa wajahmu ceria sekali melihat foto-foto Kyuhyun?"

    "Ah.. Oppa.. Ini.. um.."

    "Ap.. Kita kan sudah bertunangan. Apa yang kau lakukan?! Kau... suka Kyuhyun?

    "Kau tidak tahu hah? Jauh sebelum aku mengenalmu, aku sudah menyukai Kyuhyun oppa. A lot! Aku senang bisa menyukainya, walau tidak bisa memilikinya. Kurasa itu sudah cukup."

    "A... Apa maksudmu berbicara seperti padaku?!"
    Tanyaku dengan intonasi tinggi. Kurasakan kini mataku membulat, sungguh tidak percaya pada apa yang aku dengar. Ye Eun, yoeja cingu yang amat kusayangi tiba-tiba bertingkah aneh dan berbicara kasar padaku. Ye? Ye Eun?

    Dia menatapku tajam, aku seharusnya yang melakukan itu! Tidak. Maaf, maaf Ye, kau yang memulai. Tolong, tolong hentikan tatapan itu. Aku tidak mengenalmu dengan tatapanmu kali ini. Aku tidak mengenalmu dengan matamu yang seperti ini. Tolong hentikan!

    ***

    Ye Eun's POV

    Kalaupun aku menyukai Kyu oppa lagi, aku tidak akan menolak perasaanku. Karena, aku tau itu bisa membuatku bahagia. Tetapi, kesadaran baru memenuhi pikiranku, bahwa.. rasa sayangku pada Hae oppa telah berakar tunas, tumbuh tanpa perkiraan dan takkan ada namja lain yang mampu membuatnya lebih tinggi.
    Hyunna eonni..
    Tolong, tolong berikan lagi kepercayaanmu padaku..
    Kau tahu kan, aku benar-benar tidak akan melukaimu dengan mengambil sesuatu yang paling berharga bagimu..
    Aku memang suka membuatmu cemburu.. Tapi.. sebenarnya aku lebih senang membuatmu bahagia dengan Cho Kyuhyunmu itu. 

    Aigoo, senang sekali rasanya menyadari bahwa Hae itu kakakmu, dan Kyu itu sekarang.. Kakakku.
    Kita semua saling memiliki. Benar-benar sempurna!^^

    --------

    Waaawaaaaaa akhirnya posting drabble di personal blog. FYI, ini benar-benar tulisan iseng, gak ada ujung atau akhir atau apalah. Bahkan, klimaksnya saja sama sekali gak berasa -_-
    Tapiiii dari pada ini blog kosong melongpong, ya diisi beginian deh gak apa-apa ya...
    Yang gak sengaja baca, sabar ajalah sama drabble ga jelas begini. But, thanks for reading^^

    Sempet bingung banget mau kasih judul apa. Dan akhirnya, lahirlah judul yang gak jelas pula wehee
    Terus, saya juga galau, antara kasih penjelasan cast dsbnya di awal atau tidak. Sampai sekarang belum ada keputusan, jadi sementara saya gak pakai dulu karena kan awalnya ini cuma tulisan iseng, bukan oneshot atau cerita.
    Selanjutnya, antara writer's POV dengan Hae's POV kan sebenarnya tertukar ya.. Alurnya jadi mundur dan maju pas ke Ye's POV. Nah saya galau juga antara menyimpan yang writer dulu atau yang donghae dulu. Tapi, karena memang awalnya pun Hae's POV itu tidak ada sama sekali (bagian itu bikin ngedadak, makannya ga jelas), jadi saya putuskan menyimpan writer's POV di awal. Walaupun jadi pusing pas baca, dan ga dapet gregetnya.. Tapi saya maunya gitu aja, udah (keukeuh :D)

    Anyway, Daisy eonni yang sempat galau gara-gara tingkahku.. Mianhae mianhae v^^

    Dan, hey eonn, tidak apa-apa ya, aku posting drabble ga jelas di blog ini. Ehm, maksudnya, nanti insaallah aku buat karya yang lebih bermutu (-an dikitlah) daripada yang ini, terus di share di "suatu tempat" x) (kalau bagian ini perlu editing atau bahkan dihapus, tinggal kasih tau saja :p) 

    Ya, selesai sudah postingan kali ini. Thanks a lot yang mau bersusah-susah baca. Semoga.. tidak menyesal ya baca ini hukhuk xD
    Annyeong, selamat malam bloggers :)


  10. Entah memang karena mode dan tren 2012 adalah kembali ke era tahun seribu sembilan ratusan dan aku yang mencoba mengekorinya, atau memang intuisi alamiahku mengatakan bahwa sesungguhnya aku sangat mencintai segala hal berbau klasik sekalipun ini bukanlah sebuah tren. 
    Mungkin tepatnya, aku menemukan diriku merasa sangat klik dengan tren tahun ini. Katakanlah dua tahun kedepan, tren telah berganti jauh meninggalkan keadaan retro ataupun vintage yang sangat klasik, aku akan dengan setia menjadi salah satu dari orang-orang pasrah yang seleranya dianggap seperti nenek-nenek (hahaha). 
    Tetapi memang, bila usiaku memasuki masa remaja-dewasa jauh sebelum tren ini muncul, mungkin vintage adalah selera terpilih diantara semua yang ada.
    Walaupun style modern adalah sama sekali tidak buruk, menurutku hal-hal yang lebih rumit, berwarna ceria dan kuno adalah lebih menggugah dan mencerminkan jiwa mudaku (nah loh? Jiwa muda dicerminkan oleh kekunoan? ._. xoxo)

    Berselera vintage sebenarnya tidak selalu berarti kuno atau kolot. Vintage yang dikolaborasikan dengan modern, akan menghasilkan sesuatu yang 'adorable'. Tentu saja sepertinya akan terasa sangat janggal bila selera klasik kita, tidak diletakkan pada tempat dan porsi yang pas. Coba bayangkan bila acara jalan-jalan ke mall, pakaian bergaya ala tahun 30an kental, menjadi pilihan; Blazer dengan rok pensil selutut berwarna cerah dan berpundak tinggi alias berbantalan bahu, sarung tangan, topi miring khas royal family lengkap dengan cage veil plus lipstik merah. Bisa disangka manusia salah masuk zaman, nyasar di lorong waktu xixi :p

    Maxi skirt style misalnya, sedang in in-nya sekarang ini. model rok panjang (ataupun pendek = short skirt) yang dipasangkan dengan atasan tangan panjang, pendek dan memang yang lebih bagus itu adalah yang tanpa lengan atau yukensi. Dipadukan dengan sepatu bermodel clogs berwarna gelap, dan tatanan rambut simple digerai.
    Ini adalah style berbusana favoritku, dari sekian banyak style vintage lainnya. Alasannya, Maxi skirt yang penuh atau sampai betis akan membuat tubuh terlihat semampai dan sangat berfashion.


    Another style i like the most is vintage cardigan sweater wool, dipadukan dengan legging pants, espesially yang terbuat dari bahan jeans agar lebih tebal. 


    Dan artis inspire actrees berumur kurang dari 15 tahun yang berfashion so retro favoritku adalah Chloe Moretz. 


    Simple dan cantik :)

    Berbicara tentang sepatu? Serius bloggers. Dari dulu hingga tepat pada hari aku melihat (sepatu itu), aku belum pernah mengidolakan sedalam ini pada hanya sebuah sepatu. 
    I found this, at last! Model sepatu yang sangat aku. 
    Pernah dengar kan kata-kata.. "Sepatu yang indah akan membawamu ke tempat yang menyenangkan?"
    Yah dengan kata lain sepatu memang elemen penting dalam fashion seorang wanita. Dan faktanya adalah.. sebuah sepatu memang bisa membuat penampilanmu menjadi perfecto! Percayalah. Aku serius ;)

    Model Chloe Silverado Booties adalah the most shoes I ever wanted. I ever wanted loh, belum I ever had xoxo. Heelsnya yang sempurna dengan model pantofel itu.. Very casual, dan tetap vintage!




    Bagaimana? Bagus kan? Bila melihat sepatu model begitu, aku selalu merasa mereka sangat aku. Aku harus punya, harus punya! Seperti aku harus pergi ke London suatu hari nanti, aku harus punya sepatu itu pula suatu hari nanti.

    Yups aku rasa postingan ini benar-benar akan membuat warna di blogku ini. 
    Keep vintage-ing, vintagers. Vintage itu kereeen \m/

    See ya, sincerely.. Iren ;)

  11. Tuhan,
    dengan segala kerendahan hati, aku memohon maaf atas segala kekecewaan yang telah kuberikan kepada yang teramat aku cinta, di dunia.
    Hanya kau yang mengerti sedalam apa aku merasa. Sedalam apa mengharap.
    Sedalam apa aku mencinta, yang dengan bodohnya.. memberi kesedihan.

    Tuhan,
    Betapa mudah diriku membuat segala menjadi sulit, dan hanya Kau yang tahu, itu bukan maksud hati.

    Tuhan,
    Berikan aku kekuatan untuk menjadi seorang petarung, di kehidupan yang tidak lembut duniaMu.
    Berikan aku kesabaran untuk menjadi seorang pecinta, yang senantiasa menerima segala ketentuanMu.

    Hidup memang tidak mudah, namun izinkan aku untuk membuatnya terasa indah dengan pertolonganMu.

    Berikan aku kesanggupan hanya untuk membahagiakan mereka yang aku cinta. Tolong, Tuhan. Tolonglah, tolong hamba..

    Special dedicated to: Lovely Mom. I Love You, Always Have, and Always Will.

  12. Sore tadi, seperti biasa, aku sedang jalan-jalan santai di Timeline twitter (sambil googling mencari-cari biodata Andrew Garfield yang sedang aku taksir).. ketika tiba-tiba sebuah retweet dari temanku muncul:

    @justrevina: RT @tweetRAMALAN: Mei: sangat menghargai kejujuran, mudah jatuh cinta, lawan bicara yang menyenangkan, kadang suka mengatur.

    Silahkan dimark, kalau yang lahir di bulan Mei itu.. mudah jatuh cinta.

    Ketika tidak lama, temanku yang sama me-retweet lagi tentang bulan Mei. 


    @justrevina: RT @tweetRAMALAN: Bulan Mei: optimis,bercita2 tinggi,berwatak keras,apa yg diinginkan harus dipenuhi,mudah jatuh cinta.

    Nah kan, kalimat yang diulang tidak lain adalah... mudah jatuh cinta.


    Sekedar intermezzo tentang tweet ramalan yang satu ini, boleh percaya boleh juga tidak. Ramalan ini memang tidak terlalu berbahaya (alias 'so' menentukan nasib kehidupan kita). Ramalan pun dibuat oleh manusia, namun yang menentukan nasib dan takdir kita adalah Tuhan dan tentu saja kita sendiri.

    Sebagian peramal mengatakan, metode meramal tidak hanya asal-asalan saja tetapi menggunakan psikologis orang yang diramal tersebut (meramal dengan tarot). Mungkin dengan pilihan yang dijatuhkan sang pasien pada kartu yang dipilihnya, menggambarkan psikologi dan mengantarkannya pada nasib, yang akan dibacakan oleh sang peramal. Nah, bagaimanapun.. namanya ramalan tetap saja ramalan.
    Ramalan bukan takdir, hanya kemungkinan. Kemungkinan bisa saja tidak mungkin dan tidak terjadi karena apa yang kita lakukan. Jadi, semuanya tergantung usaha kita, juga ketentuan Tuhan.


    Dan alasan mengapa aku memposting blog tentang tweet ramalan tersebut hanya satu. Bahwa Mei adalah mudah jatuh cinta. Yang terlahir di bulan Mei, adalah pecinta. 
    Aku, adalah yang mudah cintanya jatuh. 


    Dari sekian banyak sifat yang dikatakan tweet ramalan, yang menggugah niatku sampai diposting begini hanya itu. Benar sih, untukku. Tidak tahu yah untuk para Mei-ers yang lain :p


    Dan lagi, dari dua tweet tentang Mei -yang harusnya dikatakan berbeda sifat- itu, bahwa Mei mudah jatuh cinta, dikatakan dua kali. Dua kali. Ah, jatuh cinta..

    Jatuh cinta itu mudah untukku. Mudah. 
    Aku jatuh cinta dengan cahaya senja yang terik, ketika aku sungguh tidak bisa bersama sang surya.
    Aku jatuh cinta dengan laki-laki yang menatap sesuatu sambil tersenyum takzim, walau tatapan dan senyumannya tidak untukku, dan jaraknya sejauh layar televisi denganku. 
    Aku jatuh cinta dengan film Iron Man, ketika hampir semua orang menyukai film Spiderman.
    Aku jatuh cinta. 


    Jatuh cinta itu mudah, semudah ketika kau mencari sesuatu, dan Google memberikan jawabannya dengan mudah :)




  13. rasanya, hidup itu akhir-akhir kok hambar ya..
    kadang bahagia, rata-rata nilai 3 dari 1 sampai 10. sering muramnya, bahkan sampai nilai 7 dari 1 sampai 10.


    dan ngomong-ngomong, aku sendiri saja sering tidak tahu kenapa suasana hati sekarang-sekarang ini semrawutnya ampun-apunan. kalah deh itu macet ibukota.

  14. Selamat malam, rasa-rasanya sudah lama sekali sejak terakhirku di box-posting ini.
    Tadi siang, tidak sengaja blog nganggur ini melintas begitu saja di kepalaku, dan ternyata barusan setelah dicek kembali, isinya memang benar-benar worthless, sepi, kosong (ramai sih sebenarnya, oleh layout.), terlalu dominan pink yang membuat silau penglihatan, dan.. sepi. (0h, sudah disebutkan ya?) baiklah, ulang.. dan.. cukup membosankan.
    Jadi bloggers, menit tadi pula aku memutuskan untuk rajin-rajin berkunjung dan membawa oleh-oleh untuk box-posting blogku ini. (tulisan ringan, tulisan berat, cerpen, artikel ringan, qoutes, foto, dll)
    Insaallah tapi ya. Yaa, setidaknya lah ya aku sudah berencana, begitu..

    Dan untuk kali ini, share saja ya tentang buku yang good-read ;)
    Jadi ceritanya aku meminjam satu novel (tulisan dibukunya sih begitu) tapi sebenarnya ini kumpulan cerpen karya sendiri, dari perpustakaan sekolah beberapa hari lalu. Sampul buku warnanya hitam, tidak banyak pernak-pernik. that's why i just put my staring at the book.
    Nah seperti biasa aku membaca novel atau buku-buku lainnya, awalnya aku melahap habis komen-komen para pembaca. disambung membaca tentang pengarang, tahun terbit, cetakan ke, prakata pengarang, baru ke isi (meskipun kalau memang si buku ternyata seru, biasanya kepengarangan dibaca lagi). dan tahukah bloggers, di buku ini aku tidak dapat menemukan kepengarangan!
    Ah, kecewa sih sedikit. Habis, dari komen-komen pembaca sepertinya ini buku oke juga.
    Oya, dan ini buku jadul ternyata. kalau dihitung dari tahun ini, buku terbitan 7 tahun lalu..

    Dilanjut ke halaman awal buku, terdapat semacam quotes dari beberapa cerita di dalamnya. Rame! kesan pertama baca quotesnya saja suka sekali!
    Tersebutlah, si pengarang yang hanya menuliskan namanya saja di cover bagian bawah "Sendutu Meitulan". Oke nggak tuh sob? keren amat namanya. Sendu..tu. aku sih awalnya berpikir "kok bisa ya orangtuanya ngasih nama sendu..tu? gak akan jadi sendu aja tuh anak?" Ternyata setelah sekarang ini tahu, itu nama bohongan, alias nama kepengarangan saja. dan sekarang beliau ini sudah berganti nama di buku-buku berikutnya yang tercantum "Tere Liye".

    Tere-Liye is my favorite indonesian author, and I had no idea to knew, the book that I've read is one of his.

    Yah, sedikit merasa silly sih, tapi yasudah. dan baru deh sekarang ini aku berpikir "pantes gue suka banget buku ini, buku yang gue pikir pengarangnya orang selain Tere Liye" ya terang lah, orang itu bukunya dia.
    Sebenarnya dari segi bahasa juga memang banyak terdapat keistimewaan di dalamnya, bloggers.
    Bahkan pas sudah selesai baca, aku tidak tahan untuk rekomen ke temen-temen. alhasil, pas rekomen ke salah satu temen, aku bilang " ini buku bagus banget, harus baca! mmh, top banget ceritanya, mana bahasanya kayak Tere Liye, cuma ini mah ngeromance gitu!" (di bukunya yang makin kesini sini sih romancenya tidak terlalu banyak, kebanyakan tentang hidup)
    Dan perasaan lain adalah, surprise sekali ternyata itu memang bukunya Tere-Liye.
    Tahu kenapa? Yaaa... sering dibilang sih, tapi tidak apa-apa lah aku bilang lagi.
    TERE LIYE ITU PENGARANG FAVORITKU!
    hehe, saking bersemangatnya sampai-sampai pakai capslock :D *nyengir*

    Oya judulnya "Mimpi-mimpi Si Patah Hati"
    ceritanya? TOP, NGENA. NGENES. Menggalaukan. membuat gloomy.
    baca sendiri saja, sumpah sama sekali tidak akan menyesal, kawan! but hazards for you guys who doesnt like a glommy one. ini cerita hampir semuanya mengeneskan sekali at last.
    maaf sekali bloggers tidak bisa berpanjang lebar, langsung saja ini aku kasih gambar cover bukunya, siapa tahu ada yang tertarik baca. atau memang sudah baca? :p


    satu lagi! judul yang aku suka di buku diatas itu.. Antara Kau dan Aku. Wajib baca! bahkan kalau memang malas membaca seluruh isi buku, baca saja lah yang bagian judul tadi. subhanallah... cenat-cenut pemirsa jantungku setelah membacanya :)

    pengalaman baca buku yang memang rame, rela deh share di jam malam kayak begini. padahal sebenarnya besok pra-UN di sekolah, pelajaran fisika dan bahasa inggris. tepat setelah menekan tombol 'publish post', tombol merah di kanan layar yang bertuliskan 'x' dan 'shutdown', baru rencananya aku lanjut belajar hehehe. (curhat)
    at last dari akhir persuade membaca buku ini, lagi aku bilang,
    THIS IS ONE OF INDONESIAN GOOD-READS YOU MUST TRY TO READ. I RECOMMENDED FOR YOU GUYS, especially yang lagi patah hati biar tambah terasssa..

    Cukup sekian postinganku malam ini, semoga yang membaca.. mm ga sebel sama bacaannya hehe. lebih bagus kalau kedoktrin ingin baca buku di atas tuuh ;)
    selamat beraktivitas kembali, terimakasih rela mampir..

    Salam rindu dariku yang punya blog untuk blognya, bloggers dan apapun siapapun yang juga merindukanku hehe, selamat malam :).

  15. muter-muter, keliling-keliling om Google, gak dapat-dapat tuh artikel tentang keterkaitan antara CEMBURU dan SAKIT PERUT. lain waktu (kalau ada waktu), aku cari deh lewat buku atau sumber lain selain si google itu. ah, penasaran sekali rasanya..

    sebenarnya sih pegalaman sakit perut -yang melilit aneh itu- aku rasakan sewaktu mm mm.. beberapa bulan lalu. kali pertamanya loh itu, sebelumnya sama sekali tidak pernah (apa memang aku tidak pernah cemburu sebegitunya?)
    the point is... aku begitu dekat dengan perempuan yang aku cemburui. dekat maksudnya, aku tau dia, aku -selalu- melihat dia dan dia -selalu- melihatku juga (hayoloh, dia juga cemburu tuh dengan diriku ckckc pede). mungkin itu sebabnya mengapa aku sampai sakit perut saking cemburunya.
    rasa sakit perutnya bisa muncul bahkan ketika aku hanya memikirkan si cewek yang aku cemburui itu. hanya memikirkannya! kalau melihat fotonya, si sakit perut makin parah. dan kalau melihat orangnya langsung, sakit perutnya bisa sangat parah!
    rasanya tuh... begini.
    sakitnya melilit-lilit, berbeda dengan sakit perut karena kembung, karena maag, karena haid, karena nervous, karena dingin, dan karena gangguan perut yang asli. kalau sedang sakit, rasanya seperti ada tangan yang ngubek-ngubek isi perut! lalu, memang seperti tersambung ke hati sih.. karena selalu ada perasaan miris dan terkadang daerah jantung juga ikut-ikutan sakit. ah aneh pokoknya, harus mencobanya sendiri hehehe.

    oya waktu itu aku sempat bertanya pada beberapa teman tentang cemburu -dan kaitannya dengan sakit perut-. dari semua yang kutanyai sih tidak pernah begitu.
    "ko bisa sih ren? gimana nyambungnya ya?" yasalam boro-boro mereka aku saja yang merasakan masih bingung seperdelapan mampus hehe. yah mungkin saja ada zat-zat tertentu yang dihasilkan dan bereaksi dalam perut ketika hati sedang bermasalah (wueek ngaco). ya mungkin kan!
    kalau gak ketemu-ketemu juga, nanti. aku sendiri yang akan menelitinya ketika jadi mahasiswi kedokteran ihihi -bukannya tugas psikolog ya?- heuumm makin nguaco. ah engga ngaco juga sih, bisa kok bisa :p

    oya bloggers, tentang sakit perut.. sesudah rasa sukanya hilang, walaupun melihat si cowok, si cewek ataupun si cowok dan si cewek, sakit perutnya sudah tidak pernah terasa lagi. yups! sudah tidak cemburu xixixi. alhamdulillah....

    ya sudahlah, itu saja postinganku kali ini. lain kali kalau sudah dapat jawaban dari mengapa-mengapa ini, aku pasti segera publish. lusa aku harus segera sekolah lagi, bulan-bulan akhir yang sibuk, karena tidak sampai 4bulan lagi aku akan resmi tidak menjadi siswi lagi :)

    life is beautiful, fellas ;)
    terimakasih sudah mampir, sampai jumpa..

  16. here's the lyrics. truly madly deeply awesome :p





    Jealous of the girl who caught your eye
    One of my darker days
    When you looked at her, where was I?
    Shoulda been in her place

    Here I am, all alone imagining
    What might have been, what could have been if I had been there

    [Chorus]
    Jealous of the one whose arms are around you
    If she’s keeping you satisfied
    Jealous of the one who finally found you
    Made your sun and your stars collide

    La la la la la la la
    She’s a very, very lucky girl
    La la la la la la la

    Jealous of the girl who won your heart
    They say it's a perfect match
    She's gonna get to be where you are
    And it don't get better than that

    She'll say you're fine, whisper words I wish were mine
    What might have been, what could have been if I had been there

    [Chorus]
    Jealous of the one who's arms are around you
    If she’s keeping you satisfied
    Jealous of the one who finally found you
    Made your sun and your stars collide

    La la la la la la la
    She’s a very, very lucky girl
    La la la la la la la

    And you know I'd fight the good fight
    If I thought I’d changed your mind

    But if she makes you happy
    Then I’ll leave that dream behind
    Then she better treat you right
    And give you everything
    ‘Cause the moment that she doesn’t
    I’ll be waiting in the wing

    La la la la la la la
    She’s a very, very lucky girl...

    cemburu itu.. rasanya.. sakit perut.
    sakit perut.
    sakit perut.
    you have to try!
    cemburu? dipostingan selanjutnya mungkin aku ingin membahasnya. not now, terlalu ngantuk. selamat dini hari blog :)

  17. Its been a long time sejak terakhir aku menulis yang berarti di sini. Yah.. terakhir, aku sempat meneruskan cerpenku sih. Itupun karena tugas dari sekolah. Kalau tidak, sepertinya aku akan vakum menulis –malas menulis- sampai liburan setelah kelulusan :D
    Aku memang senang sekali menulis. Apa saja. Tapi tidak kapan saja. Sekarang ini, karena sekian lama tidak terbiasa menulis, otakku biasanya mendet-mendet ketika mengetik. Setiap kalimat yang tertulis, telah memakan banyak energi. Sering buntu, lalu otakku akan meraung layaknya laptop ini saat pertama kunyalakan, dan dvd masih tersimpan di dalamnya. Yah.. cukup bekerja keras. Tapi aku senang bisa menulis lagi. Lega rasanya. Seperti merdekaaaaa! –dari kemalasan-. Sebagai permulaan, aku akan menulis apa saja yang dapat aku tulis (sebanyak mungkin) untuk merangsang kebiasaan menulis lagi J
    Mm, mungkin aku akan tentang liburan akhir sekolahku saja. Sekarang adalah tanggal 4 Januari 2012, dan aku sudah berada di semester akhir. Kesal rasanya, nanti ketika aku menulis, kata-kata “sekolahku” sudah tidak akan muncul lagi. Mm, sesekali sih mungkin, kalau aku menuliskan ketika aku pergi kesana dan mengurus ijazah, atau kembali untuk sekedar berkumpul sekali-dua, dan bertemu teman lama (benar-benar hanya akan sekali atau dua). Atau.. ketika aku sedang bernostalgia dengan fikiranku. Mengenang masa SMA yang... mmm... yah begitulah :D (lupakan).
    Kegiatanku? banyak sekali hahaha on list. On fact, tidak banyak. bangun tidur, sarapan, nonton televisi (asli sering marah-marah sendiri karena acara-acara liburan di tv completely suck), makan, tidur siang yang panjang, mandi, nonton tv lagi sampai dini hari. Beberapa hari bahkan tidak tidur malam. Setiap kali aku tidur panjang di siang hari, ketika bangun mantra yang biasanya kuucapkan adalah “its so suck!” selalu. Huuuuuh... melelahkan sekali bosannya. Kau tahu, tidak melakukan apa-apa seperti itu bisa membuat tekanan batin. Ingin melakukan sesuatu.. tapi malas. Ketika malas pergi, tidak ada yang bisa dilakukan. Stuck. Haha otakku stuck karena tidak dipakai lama, padahal yang bisa dilakukan sepertinya cukup banyak sih :p
    Okay, sebenarnya tidak setragis itu. Beberapa hari aku sempat menonton satu dua drama korea di dvd. Maraton, 2 hari selesai. Film-film barat yang sebelumnya sudah kusiapkan, tidak ditonton semuanya, tapi cukup banyak kok yang kutonton, lumayanlah. Novel pun aku tidak mendapatkan 1 pun karena aku malas mencarinya. Paling beberapa komik jadul berhasil kulahap. Seru juga, jadi ingat jaman SMP betapa aku sangat sangat menyukai komik (tapi setelah membacanya, sekarangpun aku menyukainya lagi). Dan bagian serunya, aku mendapatkan modem kembali (yang begini seru? Ckck miris). Yaaa kira-kira setahun mungkin, aku tidak memiliki modem. Dulu koneksi modemku payah, sampai mamaku malas mengisinya lagi. Payah! Payah! Payah! Ini sebab pertama, aku vakum menulis (super duper alibi! Itu bohong!). dan karena sekarang sudah ada modem yang baru, aku mencoba mengisi lagi blogku yang mati suri ini.. (kata-kata Albreto). Uh, sedih sekali melihat blog ini. Isinya hanya tulisan-tulisan yang bahkan dulu kubuat di satu musim, dan kuposting di musim-musing selanjutnya (maka dari itu kebanyakan labelnya sama, tentang seseorang-ku yang dulu ekeke). Beberapa cerita bersambungku juga belum diteruskan. Masalahnya, aku lupa bagaimana terusannya! Itu ketika aku berada di semester 3! Payah. Tapi aku akan mengingatnya kembali, dan menuliskannya untukmu (blog) J. aku juga pernah berencana memposting beberapa hasil makalah scienceku terutama yang sulit, untuk mereka yang membutuhkan referensi. Karena yang kurasakan, ada satu-dua tema makalahyang referensinya sulit ditemukan di internet, harus di buku. Tapi tidak jadi, tertahan ketidakmungkinan aku memposting tanpa modem sendiri :D
    Mm, ngomomg-ngomong masalah vakum, aku lupa alamat dan password account tumblrku. Payah sekaliiii. Dan ngomomg-ngomong tentang kepayahan, aku juga belum mengerjakan tugas dari babeh, practice buat national exam ataupun snmptn, juga belum sama sekali meneruskan garapan novelku! Ah.. tentang novel... mungkin aku tidak akan bisa menyelsaikannya di masa SMAku. Mungkin baru selesai tahun depan -_-. Banyak menulis cepen sajalah ya, biar tulisanku lebih terlatih. Aku ingin novel pertamaku tidak jelek-jelek amat xixixi.
    Oya, cerpen yang ditugaskan dari sekolah kapan-kapan (mungkin saja) akan kuposting di sini. Nilainya membuatku gembira, walaupun tidak besar-besar amat. Teman-temanku juga suka, dan bagian menyenangkannya, aku senang (sekaligus cemas) melihat raut teman-temanku ketika membaca cerpenku.... sampai selesai dengan raut yang... ah! Begitu deh, susah dijelaskan. It was a great feelings membuat orang lain puas akan karyaku ;).
    Hmm.. untuk posting selanjutnya, belum kuputuskan. Mungkin tulisan jadulku –yang rencananya sudah lama ingin kuposting- atau terusan cerita SMAku, atau note-note kecil yang ada di notes handphoneku. Lihat saja nanti :D
    Dan terakhir, terimaksih bagi yang telah membaca coretanku ini.. semoga berkenan dengan pengalamanku yang membosankan. Setidaknya kau harus bersyukur dengan liburan-liburanmu dengan banyak hal yang bisa dilakukan :p.
    Sekian dulu untuk sekarang, ah.. rasanya senang bisa menulis kembali :)
    Sampai jumpa!