Rss Feed


  1. Here comes my self on the insecure state again:

    Ketika lo bertemu seseorang yang menyentuh hidup lo dengan cara mereka yang “menarik”, kemudian apa lo pernah juga berpikir, "apakah mereka akan tinggal lama di hidup gue? Atau akan pergi dengan cepatnya? Will them still be the one I adore in the first place? Will them change? Or will ourselves change first? Why?"

    Dan sampailah pada kesimpulan bahwa... seseorang bertahan dalam singgasananya masing-masing di hati kita bukanlah karena cara mereka berpakaian, cara mereka berdandan, berapa banyak uang mereka, berapa lama mereka dengan kita.. tapi, bagaimana cara mereka berpikir. Bagaimana cara mereka berkomunikasi. Akankah mereka tetap disana saat kita gak sedang dalam keadaan sempurna? Saat kita bersalah?
    Its not that you’re cute, s/he’s cute, s/he’s adorable and talented but.... S/he’s acceptance. S/he’s nice, not harsh.

    So yeah.

    Appreciate any other one who’s coming. Entahlah mereka akan tinggal lama, atau mungkin hanya sesaat. Entahlah mereka akan memberikan kita ilmu apa atas kehadirannya. Hanya selalu ingat satu hal “everything happened for a reason”.

    The most important thing... appreciate the one who’s staying for a long time. They stay still tho? How amazing.... They’re all are blessings.



    Dedicated untuk Ibu, Nenek, Kakek, Adik, all of my family members,
    Elin, Tiara, Listi, Kiki, Arsyad, Ali, Nevi, Ayu, Bani,
    Uma, Ama, Anun, Usi,
    Metty, Visa.

    Wish you would stay in my life for a very, very long time.



  2. Neya tengah berdiri disana, memandang deretan pepohonan lebat dan berwarna hijau tua -beberapa berwarna zamrud-, dahannya bergerak-gerak kecil karena tiupan angin sore. Di belakang pepohonan, terbentang jalanan cukup besar yang tak seperti biasanya, tiada kemacetan terlihat disana, hanya lengang saja yang ada. Rintik hujan tersengal-sengal, meninggalkan warna aspal yang menghitam. Satu dua mahasiswa terlihat keluar dari gedung yang ia tempati, berlari-lari kecil melintasi zebra cross saat lampu merah, menghindari sisa rintik yang menyergap tubuh. Walaupun begitu, langit di sore itu mulai dihiasi guratan jingga diantara awan-awan kelabu, membuat Neya bahagia karenanya. Pandangannya masih tertuju pada deretan pepohonan, sesekali keningnya berkerut dalam –ia tengah dalam dunianya sendiri, meikirkan ini dan itu-, lalu ia akan mengalihkan pandangannya pada langit yang teramat ia sukai, dan kembalilah senyuman terkulum menghiasi wajahnya.

    Tentang banyak hal, idealisme tak pelak mengalahkan realismenya. Maka, Neya hanya memasukan hal-hal baik yang ia yakini berguna untuk kehidupannya kelak, juga memori-memori bahagia yang membuatnya senantiasa merasa hangat. Tentang kebersyukuran atas hidupnya yang lebih dari sekadar cukup; keluarga dan sahabat yang Tuhan kirim dengan sempurna, pendidikan yang memadai, tempat bernaung yang teramat nyaman. Tentang bahasa romansa dengan “seseorang” yang Tuhan berikan dengan sederhana, Neya juga suka. Saat ini pada Tuhannya, Neya berterimakasih karena kebaikan yang berlimpah setiap waktu.

    Neya sedang mengulum senyum ketika tetiba pikirannya beralih pada pepohonan di hadapannya yang tiada pernah menguning, atau menua menjadi orange, pun coklat dan berguguran berduyun-duyun –seperti di negara non tropis yang ia senantiasa rindu untuk dikunjungi. “Yah.. pada akhrinya mereka pasti menua, dan akan jatuh juga. Segini masih indah kok..” gumamnya. Lalu pikiran sore ini ia akhiri dengan helaan napas panjang, cukup sudah.. waktunya pulang.

    ***

    Berbeda dengan hari kemarin, karena beberapa hambatan yang tak bisa ia hindari, hari ini Neya pulang terlambat. Gemintang malam tengah menyambut Neya, tiada awan senja yang menyapa. Ibunya menelepon berkali-kali, “ini sudah terlalu larut Ney, menginap saja di teman..” katanya. Namun Neya memiliki agenda yang tiada mungkin terlaksana jika ia tak pulang malam ini.
    Bergegaslah ia dengan sigap  menuju halte bis, dan ternyata beberapa wanita juga sedang menunggu disana. Neya tersenyum lega, dan mengencangkan sweater hangatnya, malam ini cukup menusuk. Neya menyempatkan membeli secangkir kopi dan roti yang akan ia santap dalam bis. “Everything happened for a reason. Harus pulang, stick on the plan Ney..” bisiknya pada diri sendiri.  
    Lampu-lampu kota bercahaya sendu menerangi gedung-gedung yang tak terlalu tinggi. Baginya itu nampak sendu, karena cukup temaram dan tiada menyilaukan mata –Neya suka. Pahitnya Ristretto mencakar setiap tastebud pada lidah Neya, lalu ia mengernyit. Dua Croissant ukuran sedang tinggal remahnya saja, berjatuhan pada permukaan tas dipangkuannya. Perutnya kini terisi, ia yakin efek kopi pahit tadi akan membuat matanya terjaga hingga sampai rumah, sebentar lagi sampai.
    Sekonyong-konyong Neya menghidu wangi yang sungguh ia kenal, membawanya pada memori tentang seseorang. Neya tersenyum, sudah lama juga sejak terakhir kali ia bertemu dengan “dia”. Neya tidak rindu, tidak ingin bertemu. Lalu ia tersenyum sendu pada persimpangan yang lengang melalui kaca jendela bis.
    Satu mobil putih mencuat cepat di persimpangan jalan, berbelok lalu mengambil jalur yang sama dengan bis yang sedang Neya tumpangi. Kaca supir mobil tersebut tidaklah tertutup, dan secara langsung memperlihatkan siapa pengendaranya. Neya melihatnya sesaat, lalu terpejam sekejap karena cukup mengantuk. Sepersekian detik, mata Neya membelalak, wajah itu.. rambut itu.. bahu itu.. lengan itu.. Neya mematung dengan pandangan melekat pada sosok tersebut.
    Akhirnya Neya bertemu jua dengannya. Setelah sekian lama Neya tiada rindu, kini jantungnya berdegup lebih cepat. Keningnya berkerut dalam, “kamu kelihatan sehat. Syukurlah” bisiknya pada lapisan kaca jendela yang berembun. Sepersekian detik, Neya merasakan matanya panas karena air mata hendak menetes tanpa ia sadari.
    Lalu mobil putih itu hilang pada persimpangan selanjutnya, ia memutar arah. Kini semakin malam, udara semakin menusuk, Neya melihat ia menutup kaca mobilnya.  
    “Everything happened for a reason. Terimakasih, aku.. sempat membeli kopi dan roti. Terimakasih sudah membuka kaca mobilmu. Terimakasih telah dalam kecepatan itu. Terimakasih Tuhan, untuk lembur hari ini”
    Neya lagi-lagi menyukai bahasa romansa yang Tuhan berikan. Dibungkus dalam wadah yang paling sederhana, warna paling muda, karena Tuhan paling tahu.. Neya, pun seseorangnya.. belum pada saat yang tepat untuk kembali merangkai kata hingga saling berbicara.

    “Yang kali ini, biarlah menjadi obat rinduku untuk waktu yang lama. Mulai detik selanjutnya, aku sudah tak rindu, tidak..”
    ***



  3. Two things?

    Monday

    When life gives you two things in almost same time; crazily happy and madly gloomy.
    I'm about to cry tonight, but suddenly you come.
    Tearing up like a fool, it's just insane that you give me an adrenaline rush.
    How could-
    You're so attractive, I'm drowning in a sweet lucid dream.
    Imma butthurt, you're just a fantasy.
    Life is a cruel dangerous thing, I'm almost crying a river, tonight.
    Time passed by, everything is still out of control, I'm wrecked.
    I'm messing my life, like I did before.
    I can't breath, despite this room is full of oxygen.
    My brain is still supplied by a bunch of RBCs. I'm supposed to be okay.
    I lift up my head, and begin to realize,
    Your shilloute somehow mesmerizes my wistful soul.
    Kind of two things tonight, I feel both.
    Yes, we're in million miles, but I'm a loony.
    I can feel you.
    Vaguely playing around with the tears
    of mine.
    You smile, I smile.
    I'm not a bipolar early 20s girl, but maybe you're right.
    This passion would reach you impatiently.
    You will be poisoned by my affection.
    Hold on,



    Aren't you just my piece of mind?

  4. Kau Hari Ini

    Wednesday

    Hari ini pada akhirnya tiba.
    Senyummu merekah, namamu menjadi mewah. Bahagiamu terperah. Dan sebenarnya, pun bahagiaku buncah. Dalam diam yang tiada lelah.

    Bunga-bunga dalam balutan kertas berwarna berpindah tangan, banyak yang kemudian meringkuk dipangkuanmu nyaman. Kau bawa kesana kemari, lalu mereka meminta berfoto denganmu berkali-kali.
    Adakah kelak dariku datangnya benda bermakna yang misalnya serupa bunga atau selainnya, dan kau genggam kemana saja?
    Selamat ya! Celoteh mereka. Andai saja, diri ini kuasa mengatakan hal serupa. Tidak, rupanya hanya doa dalam diam, kusuguhkan setia.

    Tawa gempita merambat di dinding ruangan, berian untukmu dalam ruak kebersyukuran. Kidung khidmat dariku saja, mengalun lembut bak angin senja walau tiada telingamu dapat mendengarnya.

    Lalu,
    Aku sadar satu waktu, 
    Kau sedang berdiri di hadapan diri walau jarak tak pula dekat. Tiada penghalang, masih bisa kulihatmu lamat.
    Tetiba, pandangmu melompat cepat pada tempatku berdiri kini. Beberapa detik, bukan biasanya yang sedikit. Tak terhalau aku melihatmu jua. Bibirmu membeku, tiada walau sisipan seringai. Takut-takut, senyum tipis dariku tertaut. Setelahnya, sunggingan bibirmu nampak, membalasku telak.
    Kemudian aku kalah, dan hanya menjauh melangkah.

    Terlampau, rupawan.


    Ku temukan dirimu ternyata bertanya-bertanya.
    Lalu kau menebak-nebak, hingga menemukan jejak-jejak.
    ...
    ...
    ...





    Aku senantiasa. Disini.


  5. Kelak akan tiba saat,
    Aku rindu.
    Kelak akan tiba saat,
    ketiadaanmu di gedung ini mendahuluiku, 
    menyisakan bayang semu
    dalam terangnya cahaya lampu
    terpantul pada kemejamu yang abu,
    menyinari wajahmu yang sendu.



    Bandung, 2015.

  6. Kehilangan

    Saturday

    Kehilangan memang selalu menjadi hal yang tak mudah.
    Sesuatu yang semestinya disana, kini hilang entah kemana.
    Sesuatu yang semestinya bersama, kini pergi entah dalam waktu berapa lama. Sekedar beberapa saat saja, atau mungkin selamanya.
    Sesuatu yang semestinya terlihat, kini hanya berbentuk kenangan bahwa ia memang pernah selalu melekat.
    Sesuatu yang semestinya ada dalam kenyataan, kini hanya sebongkah ingatan yang meninggalkan jejak goresan kebersamaan.

    Namun sejatinya, apa yang kita punya merupakan titipanNya. HakNya lah untuk mengambil sesuatu tersebut kapan saja, dimana saja.
    Dan kewajiban kitalah untuk menjaga titipan sebaik-baiknya, sebelum Dia dengan tak terduga mengambilnya lagi....
    Yang hilang biarlah tak jua kembali. Mungkin memang bukan rejeki. Setidaknya, dengannya kita tahu, bahwa tiada pernah apapun menjadi abadi... Hanya titipan Ilahi.
     
    Walau tak salah, ketika harap masih ada walau hanya sekedar hinggap. Walau keduanya haruslah didasari dengan rasa ikhlas yang berserah...


    Dear, jam tangan yang hilang diatas tembok mushala........ Kebersamaan kita tak lebih dari setahun. Namun pengabdianmu hebat, dalam panas terik ataupun hujan lebat.. Tak pula kau menjadi berkarat.
    Garis putih kau tuai diatas kulit tangan kiriku. Menjadi bukti nyata kesetiaanmu, dalam mengingatkanku dengan cara yang membuat mata ini membulat, terperanjat, karena waktumu 30 menit mempimpin waktu-waktu jam lain.
    Walau tak lagi melekat erat di tangan ini, setidaknya.. melingkarlah di tangan lain. Bermanfaatlah, meski tak lagi bersama pecinta pertamamu.
     
    Atau, melingkarlah.... Dan buatlah pemilik barumu merasakan cintaku yang besar untukmu, hingga ia sudi mengembalikanmu pada perlekatan lamamu.



    04 Juni 2013. Ireneu Lestari dengan rasa kehilangan... Maafkan aku untuk ia yang memberiku jam hilang itu sebagai sebuah hadiah. :"(


  7. Ya Allah.. Perkenankanlah kami berkumpul kembali kelak di surgaMu. Kumpunkanlah kembali seluruh keluarga, sahabat, dan teman yang teramat kami sayangi  dalam kebahagiaan kekal di diatas langit ketujuh didekat sidratul muntahaMu..

    Perkenankanlah kami saling menatap bahagia dengan orang-orang yang kami sayangi, melihat diri yang dihiasi dengan gelang emas dan pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang kami duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah..

    Perkenankanlah kami berada di tempat peristirahatan terakhirMu yang paling indah, yang berisi kesejahteraan tanpa sedikitpun penderitaan..

    Perkenankanlah kami menangis bahagia ketika kami menginjak istanaMu yang megah dan terbuat dari emas juga perak, catnya dari minyak kesturi, lalu batu kerikil dan pasirnya terbuat dari intan dan mutiara. Kemudian  mengalir di bawahnya sungai-sungai paling memukau yang pernah tertangkap oleh pandang mata titipanMu ini ya Allah..

    Perkenankanlah Kami bercengrama di taman-taman surgawi yang dikelilingi bidadara bidadari dengan rupa menawan hati dan bermata jeli..

    Aamiin ya Rabb, aamiin ya Rabbalalamin...



  8. Cemburu-Nya.

    Monday


    "Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain padaNya. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepadaNya."

    -Imam Syafi'i

  9. Sebuah doa.

    Tuesday

    "Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..



    Jika ia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk..

    Jika ia memang takdir bagiku, pantaskanlah ia untukku, dan pantaskanlah diriku untuknya..



    Ya Rabb.. aku memilihnya karena sebuah keyakinan..

    Dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya..

    Dengan seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya..

    Aku selalu berdoa kepadaMu untuk memintanya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya..



    Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..

    Aku yakin bahwa tidak ada ketetapanMu yang salah.



    Aamiin ya rabbal ‘alamin... "



    (Repost from Berdakwah).


  10. Ini hidupmu, yang telah Tuhan anugerahkan padamu Nak!

    Kala cinta Tuhan membelai lembut seluruh bagian hati, keyakinan tumbuh luas bagai sungai tak bertepi. Pernahkah kau merasa takkan bisa, namun bagian hatimu yang lain berkata ‘mau bisa atau tidak, hal paling penting adalah usahanya’..? Tak peduli apakah sulit, rumit, atau membuat perut rasanya seperti melilit... biarkan saja. Yang penting kita mencoba dan berusaha. Hanya itu hal terbaik yang pernah ada. 

    Keraguan membabi buta di awal cerita. Aku ragu pada diriku di waktu itu. Namun kasih dan sayangNya membuat perjalanan berbeda, terasa semakin dikuatkan. Selalu seperti itu. Betapa kebersyukuran yang indah atas segala prosesnya. 

    Dan di akhir cerita, aku pun resmi pada Department Sosial FKUnisba. Bahagia sekali rasanya. Semoga amanah, Ren.

    Hal-hal kecil mahasiswa FK  yang selalu patut disyukuri. Cliche but true... bahagia itu sederhana dalam genggamNya.




    Ireneu Lestari, 27 Januari 2015.

  11. Will You?

    Monday

    Langit hitam tak selalu berarti kelam. Layaknya keadaan di siang gelap nan jauh dari malam.
    Ini pertama kalinya aku pulang, dan memikirkanmu dengan senang. Tak ada lagi terkaan buram mengekang.

    Bagai semburat jingga di pagi hari yang meninggalkan gelapnya langit.. waktu menghilangkan pecahan ragu sedikit demi sedikit.

    Daun-daun hijau yang basah, kaca bis yang seakan berembun, macet kota besar beserta suara klaksonnya yang memekakkan telinga, seakan membentuk guratan lukisan baru dengan denting irama sendu.

    Ternyata sudah tak abu-abu, wahai kau sang penyuka hidung pesekku...
    Ternyata tak salah menerka, wahai kau pemilik pesona yang tak bisa biasa-biasa...

    Semoga tak sesingkat dulu.
    Semoga kau hendak menjadikanku candu... hingga dapat selalu menunggu.

    Will you?


    -Ireneu Lestari, December 24th 2013. Reblog.
     Doc..



  12. “Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?
    Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis. 

    Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang Maha Menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati-hatian, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga.”-Tere Liye

  13. Namamu

    Tuesday

    Diantara pilihan yang menawarkan beragam bentuk kelebihan, yang kulakukan hanya terdiam. Tak dapat walau hanya untuk membandingkan.
    Walaupun begitu, namamu terbukti mampu berdiri kokoh di satu sudut terang. Rangkaian lampau membebat hatiku riang.
    Ketika cinta itu mulai terasa seperti akan hilang, sibukku untuk menarik perhatianmu merajai waktu-waktu. 
    Ketika aura bahagia itu terlontar lantang, darimu untuk yang selain aku.. Cemburu bukan lagi jadi kenangan, terasa nyata tak terelakkan.

    Inginku kau seperti dulu, disana tetap menunggu.

    Namun apalah arti segala inginku yang pada akhirnya hanya akan membuat luka itu kembali terbuka? Lukamu, yang bahkan tak aku tahu apakah masih disitu atau telah direnggut waktu.



    Maafkan aku..

    Dan..

    Tolong tunggu...

  14. (Aiza Seguerra - I'll Be There For You)

    When you wake up each morning
    And you feel like calling
    I'll be there for you
    When the road seems uncertain
    And you can't stop the hurtin'
    I'll be there for you

    When there's no one beside you
    I'll be there to guide you
    Catch you each time you fall
    When the stars won't shine anymore
    I'll be there...

    When the world's unkind
    And your dreams, they need more time
    I'll be there for you

    If the rules they keep breaking
    And the future is fading
    I'll be there... For you

    The rainbow will end
    In the palm of your hand
    Don't ever let it go
    When the stars won't shine anymore
    I'll be there...

    Who knows where we'll go
    What will tomorrow bring
    But we have each other, just hold on tight
    We can take to the skies and fly...

    I'll be there for you...
    I'll be there for you...

    The rainbow will end
    In the palm of your hand
    Don't ever let it go
    When the stars won't shine anymore
    I'll be there...


     

    I'll be there.

    “Jangan ada pembanding gitu segala. Kamu yang sekarang….udah cukup mewakilkan harapan saya. Jadi kalau kamu gak ada .. harapan saya ? Nothing. Jangan ngejauh…
    Ketakutan kamu itu, keyakinan buat saya. Karena mungkin saya tau, ketakutan kamu yang berarti saya lebih yakin untuk makin gak ngejauh :)” – Kamu, 2010.

    ***

    Dan sama sekali tidak diduga, kamu datang. Benar kan, memang seperti itulah takdir. Tidak mengenal waktu, tempat, keadaan. Tidak mengenal yang kaya ataupun miskin, yang pintar ataupun bodoh. Ketentuan itu pasti datang. Apa yang telah tertulis di suratan itu pasti terjadi. 
    Diperkenalkannya kita oleh langit, Nar.

    Kamu, berhasil menyuntikan banyak semangat dalam hidup saya. Keyakinan. Percaya pada diri. Kerja keras. Kekuatan. Dan penyerahan segala sesuatu kepada Tuhan. Sadarkah kamu.. kalau kamu adalah motivator terbesar saya sejak saat itu. Kamu visioner terhebat. Kamu membuat saya kembali percaya. Saya menjadi kembali kuat. Bahkan saya tidak sepenuhnya mampu menggambarkan betapa kamu, dan janji kita itu sangatlah berharga.” 

    - Saya, 03 Oktober 2010.



    Thankyou for being You in my life. 

    Empat tahun yang Indah. Terimakasih untuk permen-permen manis yang kamu berikan di sepanjang masa SMAku, hingga saat itu. Terimakasih untuk coklat-coklat pahit  yang tidak sengaja kita pilih, yang tanpa dalih, menyisakan rasa sedih.

    Terimakasih telah berpisah dengan baik, dan mengatakan bila sihir kita terlalu kuat untuk menjadi hanya dimiliki berdua.  Terimakasih telah menjadi kekuatan untukku dalam menjadi hanya sendiri hingga kelak waktu yang tepat tiba.
    Di atas, adalah lagu kesukaanmu :) 


    ***
    “Doakan, semoga hijabku makin jenjang.”

    “Selalu. Dan akan teramat beruntung untuk ia yang mendapatkan kamu.”

    ***

  15. Siang ini langit terlihat biru, dengan awan putih bentuk tak teratur sedikit demi sedikit membentuk satu pola, dan kemudian berubah lagi membentuk yang lain. Angin membawanya hendak berjalan, menaungi bagian bumi satu, dan berpindah ke bagian bumi yang lain.
    Masih terdengar suara kicauan burung, walau kini suara kendaraan, las besi dan suara-suara dari proses pembangunan lebih mendominasi. Terasa belaian lembut angin siang Bandung, cukup sejuk tak terlalu gersang. Beruntunglah aku yang kini tinggal disini, kota impian dengan pendidikan impian.

    Semuanya terasa begitu nyata di masa sekarang. Aku sudah berada dijalanku. Jalanan tak mudah menuju cita, jalanan yang didamba sejak masa SMA.

    Kini semua tinggal dijalani, dibuat baik karena segalanya talah terhampar jelas. Berbeda dengan dahulu, aku yang senang berlarian di ufuk khayal, melompat dari satu mimpi ke mimpi lain. Menjalani mimpi itu satu persatu.

    Lagi-lagi, semua ini tak dapat mencegahku untuk kembali ke masa lampau. Seperti bersihir, mengenang yang selalu membuat senang.

    Masih dengan lantai merah tua, yang tentu menjadi saksi bisu semua kenangan murid-murid SMA sekolah kami, termasuk aku. Kelas-kelas yang bernamakan tempat-tempat hebat di peradaban Arab. Loker-loker berbentuk rendah yang dapat dipanjat, pada akhirnya menjadi tempat duduk kami ketika sedang beristirahat atau sekadar nongkrong saat kelas kosong. Moving class dan ajang "sempet-sempetin ke kantin"-nya, sepatu berwarna dengan tali sepatu kanan-kiri beda. Dan di siang hari yang rerata lebih akrab dengan sandal karet berwarna pula. Bahkan di akhir, trend membuat mereka berukirkan nama pemiliknya.

    Alas makan siang berwarna-warni dan berbentuk bulat, dengan menu yang membuat hati banyak berharap ketika kaki melangkah menuju ruangan makan. Semoga tidak harus ganti telur -untuk yang alergi ikan, udang. Semoga tidak ada kangkung -dikala kelas siang adalah mata pelajaran penting dan tak boleh mengantuk. Semoga menunya enak, semoga ini, semoga itu -berbeda disetiap benak. Dan antrian air minum yang..... Memberi kesempatan untuk menengok ke hamparan meja, menyapu setiap kepala di setiap barisnya. Baris 1, baris 2, 3.. 4.. 5.. Dan bibirmu terkulum ketika kau temukan dia sudah ancang-ancang dengan piring bulatnya, bergabung dengan teman sepermainannya.
    Lebih beruntung lagi, ketika ia menyadari kau melihatnya, kemudian kalian saling tersenyum -pipimu merah.

    English day, yang membuat bibi kantin juga akhirnya mengatakan "one thousand, two thousand". Wah, pencerdasan yang meluas ya..
    Lalu asmaul husna yang -walaupun dilantunkan setiap hari selama 3 tahun- tetap selalu terbalik jika dilantunkan sendiri-sendiri, terpotong di bagian tengah dan tiba-tiba sudah sampai di huruf-huruf akhir. Membingungkan. Namun lancar tiada celah ketika dilantunkan bersama-sama.

    Kehidupan yang akan berbeda dengan kalian yang bersekolah negeri, tentu saja. Aku, merasa harus untuk mengucap banyak syukur atas pembentukan jati diri yang begitu hebat yang sekolahku beri.

    Tiada drama cinta ala 'SMA' atau.. ala sinetron yang sungguh sangat melebih-lebihkan. Kalaupun ada, hanya beberapa. Yang jelas, dominasinya ya tidak.

    Kisah cinta mengalir indah dan sederhana, menjadikan dua insan muda yang jatuh cinta saling bercuri pandang, tersenyum malu di pintu gerbang ketika sekolah telah selesai. Atau di acara sekolah yang terpaksa diikuti dan ternyata 'berbonus' untuk para secret admirer, atau para pasangan setengah resmi. Yang sudah menjadi pasangan, sang lelaki mengetuk pintu asrama perempuan -ragu-ragu dan malu-malu- kemudian membawakan makanan ketika waktu istirahat datang, membuat kaget sang perempuan dan teman-temannya. Senyum merekah dimana-mana. Indah tentu, walau tak semua dari kisah kami semanis itu. Bahkan untuk urusan ketuk-mengetuk pintu asrama perempuan, itu hanya terjadi di waktu dulu, ketika asrama kami belum memiliki barier khusus. Setiap orang cukup mudah berlalu lalang. Berbeda, sekarang ini tak bisa sembarang orang dapat masuk gedung asrama. Apalagi ke kawasan lawan jenis.

    Kala gundah meradang, tulisan bercerita. Banyak pula yang menerjemahkannya dengan nada-nada dan suara. Beberapa dengan karya-karya memekakkan mata. Tentang cinta, tentang cita, tentang hidup dan maknanya.

    Gap terjadi, sewajarnya seleksi alam terhadap pribadi. Yang islami, berteman dekat dengan yang islami lagi. Yang senang belajar, berteman dengan anak lain yang rajin lagi. Dan aku? Berteman dekat dengan orang-orang yang dengan segala kelebihannya, berlapangdada pada segala kekuranganku. Mereka yang sejak awal Allah kadokan, ditempatkan dalam satu kamar asrama. Orang-orang murni yang menularkan kemurniannya padaku, walau nyatanya itu tidak selalu tercermin pada kehidupan sekarangku. Terlalu batu.
    Tak lupa, sahabat-sahabat dekat yang menyayangiku tulus, yang bahkan sampai lulus terlewati jauh, segala bentuk support senantiasa mereka bingkiskan, indah. Kado Allah di akhir masa-masa SMA.

    Perselisihan diselesaikan dengan pembicaraan, walau kadang jiwa berontak dan rasa sakit hati yang berlebih menunda kami dari perdamaian. Namun pada akhirnya, tradisi rutin bermaafan seluruh warga sekolah sebelum libur ramadhan menguras air mata kami, semuanya termaafkan.. sungguh ikhlas. Salah satu moment valuable di SMAku.

    Aku ingat kata-kata salah seorang teman "Sekolah disini tuh, bikin kita tua sebelum waktunya.." Benar juga, pikirku. Walau kini telah tersadarkan, bahwa tua sebelum waktunya itulah pembentuk sejati jiwa murid-murid. Makna segala dalam hidup yang lebih terasa, bukan hanya sekadar makna kebebasan dan dunia tak terlupakan khas kata-kata anak SMA pada umumnya. Alhamdulillah wasyukurillah, untuk SMAku. Semoga benih prinsip islami, jiwa idealis yang setia pada kebenaran selalu tumbuh menaungi. Semoga Allah senantiasa melindungi.

    Guru-guruku, 10-3, 11 IPA 1, 12 IPA 3, teman-teman MPK dan Osis masa jihad 2011-2012, sahabat satu asrama -yang diteruskan menjadi sahabat satu kost, sahabat kelas, kemudian.. Kau. Kau. Kakak-kakak, dan adik-adik yang turut memulas kanvas hidupnya seorang Ireneu. Juga, bibi dan mamang satu Al-Muttaqin...
    Terimakasih banyak..
    Iren loves you. Insya Allah, Allah loves you more.

  16. Have felt it.  The lyrics.

    Kita adalah sepasang sepatu.. Selalu bersama tak bisa bersatu. 
    Kita mati bagai tak berjiwa bergerak karena kaki manusia. 
    Aku sang sepatu kanan, kamu sang sepatu kiri...

    Kita sadar ingin bersama, tapi tak bisa apa-apa..
    Terasa lengkap bila kita berdua, terasa sedih bila kita di rak berbeda.
    Di dekatmu kotak bagai nirwana, tapi saling sentuh pun kita tak berdaya.



    Cinta memang banyak bentuknya,

    Mungkin tak semua bisa bersatu.



    29.05.14

  17. I would give up everything
    Before I'd separate myself from you
    After so much suffering
    I've finally found a man that's true


    I was all by myself for the longest time
    So cold inside
    And the hurt from the heart it would not subside
    I felt like dying until you saved my life


    Thank God I found you, I was lost without you
    My every wish and every dream somehow became reality
    When you brought the sunlight, completed my whole life
    I'm overwhelmed with gratitude 'cause baby, I'm so thankful I found you


    I would give you everything
    There's nothing in this world I wouldn't do
    To ensure your happiness
    I'll cherish every part of you


    Because without you beside me I can't survive
    I don't wanna try
    If you're keeping me warm each and every night
    I'll be all right 'cause I need you in my life


    Thank God I found you
    (I'm begging you)
    I was lost without you
    (So lost without you)
    My every wish and every dream
    (Every dream, every dream)
    Somehow became reality


    When you brought the sunlight
    (Brought the sunlight)
    Completed my whole life
    I'm overwhelmed with gratitude 'cause baby, I'm so thankful I found you


    See I was so desolate before you came to me
    Looking back, I guess it shows that we were destined to shine
    After the rain to appreciate, the gift of what we have
    And I'd go through it all over again to be able to feel this way


    Thank God I found you
    I was lost without you
    (Lost without you, baby)
    My every wish and every dream somehow became reality

    When you brought the sunlight
    Completed my whole life
    (Whole life)
    I'm overwhelmed with gratitude, sweet baby, I'm so thankful I found you

    Thank God I found you, I was lost without you

    I'm overwhelmed with gratitude, my baby, I'm so thankful I found you....



    Well, this love song is kinda... too much I thought. But I love the melody, I love the way Mariah and 98 Degrees sang it. 

    Randomly ketika saya jalan-jalan di soundcloud, saya ketemu lagu ini. Judulnya itu loh... Kayaknya...um.. ya.. wow aja. Terus saya play dan memang it's really a nice song, ya. Apalagi dengarnya kalau malam hari. Walaupun kalau didengar lebih teliti, liriknya terlalu buat lovers yang.. ya begitulah. Coba, didengar sendiri dan nilai sendiri. Kalau buat saya sih agak too much hehehe.

    But overall saya suka lagunya, baru satu kali dengar dan langsung sangat suka. Romantis gitu. :3

    Anw, saya sedang ditengah jam sibuk laboratory activity. Saya sempat-sempatin cuap-cuap sedikit bahas lagu cinta. Uh. You know what, saya kangeeeen menulis disini. Mari ketemu lagi nanti, sooner!

    Love, Iren ^^




  18. Apa yang Anda pikirkan ketika saya berkata tentang kedaulatan negara? Apakah Anda akan berpikir tentang pemerintahan yang berkuasa penuh, atau bahkan hubungan kedaulatan suatu negara dengan negara lain? Betul, kedaulatan kerap akrab dengan bahasan politik, hukum atau cabang ilmu sosial lainnya.
    Namun apa yang Anda pikirkan ketika saya bertanya tentang kaitan kedaulatan negara dalam bidang kesehatan? Bagaimana cara mempertahankan kedaulatan negara kita di bidang kesehatan? Dan yang terpenting, apa yang dapat seorang mahasiswa kesehatan lakukan terhadap kemajuan bangsanya? Ya. Jawabannya tentu beragam dan tidak sedikit.

    Mari kita bahas sekilas tentang makna dari kedaulatan negara. “Kedaulatan” itu sendiri sebenarnya mempunya arti “kekuasaan tertinggi”. Jadi, kedaulatan negara adalah kekuasaan tertinggi yang dimiliki suatu negara yang dapat mengatur kehidupan rakyatnya, infrastuktur, hukum, politik dan segala hal yang negara itu miliki. Kelangsungan hidup seisi negara berada dalam kekuasaan tertinggi, yaitu pada negaranya. Nah, tentu saja, yang mengatur mulai dari rakyat, infrastuktur dan lain-lainnya adalah pemerintah, yang tidak lain adalah wakil rakyat. Kesejahteraan rakyat atau keterpurukan rakyat semuanya tentu tidak terlepas dari cara penjagaan kedaulatannya. Tetapi, bukan hanya pemerintah yang turut berperan besar dalam pertahanan kedaulatan menuju kesejahteraan bersama ini, namun juga seisi warga negara yang dituntut untuk mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi, kritis, inovatif dan kreatif dalam proses menuju pencapaian ini. Termasuk, mahasiswa yang tentunya diberi banyak kelebihan dalam segi pendidikan, baik pendidikan teoritis atau praktik yang berperan langsung di masyarakat. Mahasiswa yang tak lain adalah Sang Kaum Intelektual Muda.

    Kesehatan itu sendiri adalah hak asasi pada setiap diri manusia yang merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang paling nyata. Kesehatan harus diwujudkan, sesuai cita-cita bangsa. Bila pencapaian dalam bidang kesehatan berlangsung baik dalam suatu lingkungan, tidak diragukan kalau SDM nya pun tentu akan lebih baik sehingga kekuatan negara dalam ketahanan, daya saing, dan kreatifitas, produktivitas lebih stabil karena tidak terganggu dengan masalah penyakit. Juga, akan berdampak pada laju kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi. Tidak akan ada lagi masyarakat kurang mampu yang mempunyai beban berat karena harus membayar biaya berobat yang mahal.  Kemandirian atas penggunaan obat-obatan dari negara lain juga dapat dimaksimalkan
    Pembangunan kesehatan perlu dilakukan, agar meningkatnya kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi masyarakat guna terwujudnya derajat kesehatan maksimal.

    Tidak sedikit masyarakat di Indonesia yang masih buta akan kesehatan lingkungan, atau pengetahuan kesehatannya kurang memadai karena pendidikan tidak terlalu tinggi, lingkungan, dan kurangnya fasilitas kesehatan yang disediakan. Mahasiswa sebagai agent of change tidak dapat dipungkiri, mempunyai peranan besar dalam membina hubungan baik dengan masyarakat. Sebagai langkah nyata yang dapat dilakukan, mahasiswa dapat menggelar seminar kesehatan untuk lebih membuka wawasan masyarakat dalam pendidikan kesehatan. Turun langsung dalam kegiatan kesehatan kemasyarakatan seperti penyuluhan di posyandu-posyandu yang kekurangan tenaga dan memberikan pendidikan kesehatan sehari-hari juga sungguh akan bermanfaat. Selain itu, dapat juga ikut berperan dalam penyuluhan ke sekolah atau lembaga kemasyarakan lainnya dalam memberikan penerangan tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga kesehatan. Turun ke jalanan untuk memperingati hari-hari besar kesehatan, seperti hari Aids sedunia, atau hari bebas rokok pun akan bermanfaat dalam mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesehatan demi kesejahteraan dirinya, juga bangsanya.

    Berperan aktif dalam kegiatan satu ini juga sangat bermanfaat. Membantu korban bencana yang biasanya membutuhkan fasilitas kesehatan. Kerap kali, perbandingan tenaga kesehatan dan korban tidak sepadan, akibatnya para korban terbengkalai. Untuk itu, perhatian lebih dari mahasiswa dan mayarakat lainnya sangat diharapkan.

    Mahasiswa adalah kelompok yang mendapat pendidikan terbaik, generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan keterlibatan postitifnya di dunia kemasyarakatan. Mahasiswa sepatutnya mempunyai sikap berani, disiplin, kreatif, inovatif, kritis dan mempunyai jiwa patriotisme yang tinggi. Tidak kalah penting, yaitu jiwa ketuhanan yang tinggi. Tanpa sikap saling menghargai karena mengharap rido Tuhannya, mahasiswa atau manusia lainnya pun  tidak bisa dikatakan menjalankan cita-cita negara dengan senpurna yang tertera sangat jelas, dalam sila ke satu yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sikap ketuhanan yang tinggi pun akan membatasi manusia dengan perbuatan buruk, sungguh sangat penting!

    Negara maju adalah negara yang mayoritas rakyatnya sehat, terbebas bahkan dari resiko penyakit sekalipun.
    Hal positif dimulai dari hal kecil untuk diri sendiri dari sekarang. Bila telah terpenuhi, lanjutkan dengan hal cukup besar demi kepentingan bersama dan jangka yang panjang. Dengan begitu, insaallah cita-cita bangsa yaitu mencapai  kesejahteraan rakyat akan tercapai. 

    Ditulis oleh Ireneu Lestari, 22-08-2012

    The material is merely descriptive, far from being persuasive or called "interesting and good". However, at least two years ago .. My productivity is still pretty good compared to ... now. 


  19. Tunggu

    Friday

    I stopped reading. I stopped writing. I stopped singing.
    I'm frustated, when I stopped. 

    Mereka adalah bahagia saya. Ketika tanpanya, saya hampa.

    Dear, tunggu. Setelah ujian kali ini, saya ingin jemput bahagia saya. Tunggu.

  20. Moon River

    Tuesday

    Moon River


    Moon river, wider than a mile
    I'm crossing you in style some day..
    Oh, dream maker, you heart breaker
    Wherever you're going, I'm going your way...

    Two drifters, off to see the world
    There's such a lot of world to see..
    We're after the same rainbow's end, waiting, round the bend
    My Huckleberry Friend, Moon River, and me..