-
Two things?
Monday
When life gives you two things in almost same time; crazily happy and madly gloomy.
I'm about to cry tonight, but suddenly you come.
Tearing up like a fool, it's just insane that you give me an adrenaline rush.
How could-
You're so attractive, I'm drowning in a sweet lucid dream.
Imma butthurt, you're just a fantasy.
Life is a cruel dangerous thing, I'm almost crying a river, tonight.
Time passed by, everything is still out of control, I'm wrecked.
I'm messing my life, like I did before.
I can't breath, despite this room is full of oxygen.
My brain is still supplied by a bunch of RBCs. I'm supposed to be okay.
I lift up my head, and begin to realize,
Your shilloute somehow mesmerizes my wistful soul.
Kind of two things tonight, I feel both.
Yes, we're in million miles, but I'm a loony.
I can feel you.
Vaguely playing around with the tears
of mine.
You smile, I smile.
I'm not a bipolar early 20s girl, but maybe you're right.
This passion would reach you impatiently.
You will be poisoned by my affection.
Hold on,
Aren't you just my piece of mind?Posted by Ireneu Lestari at 7/10/2017 10:33:00 PM | Labels: Catatan Sendu, Diary, Poem | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Kau Hari Ini
Wednesday
Hari ini pada akhirnya tiba.
Senyummu merekah, namamu menjadi mewah. Bahagiamu terperah. Dan sebenarnya, pun bahagiaku buncah. Dalam diam yang tiada lelah.
Bunga-bunga dalam balutan kertas berwarna berpindah tangan, banyak yang kemudian meringkuk dipangkuanmu nyaman. Kau bawa kesana kemari, lalu mereka meminta berfoto denganmu berkali-kali.
Adakah kelak dariku datangnya benda bermakna yang misalnya serupa bunga atau selainnya, dan kau genggam kemana saja?
Selamat ya! Celoteh mereka. Andai saja, diri ini kuasa mengatakan hal serupa. Tidak, rupanya hanya doa dalam diam, kusuguhkan setia.
Tawa gempita merambat di dinding ruangan, berian untukmu dalam ruak kebersyukuran. Kidung khidmat dariku saja, mengalun lembut bak angin senja walau tiada telingamu dapat mendengarnya.Lalu,
Aku sadar satu waktu,Kau sedang berdiri di hadapan diri walau jarak tak pula dekat. Tiada penghalang, masih bisa kulihatmu lamat.
Tetiba, pandangmu melompat cepat pada tempatku berdiri kini. Beberapa detik, bukan biasanya yang sedikit. Tak terhalau aku melihatmu jua. Bibirmu membeku, tiada walau sisipan seringai. Takut-takut, senyum tipis dariku tertaut. Setelahnya, sunggingan bibirmu nampak, membalasku telak.
Kemudian aku kalah, dan hanya menjauh melangkah.
Terlampau, rupawan.
Ku temukan dirimu ternyata bertanya-bertanya.
Lalu kau menebak-nebak, hingga menemukan jejak-jejak.
...
...
...
Aku senantiasa. Disini.
Posted by Ireneu Lestari at 9/21/2016 10:44:00 PM | Labels: Catatan Sendu | 1 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Wajahmu yang Sendu.
Thursday
Kelak akan tiba saat,
Aku rindu.
Kelak akan tiba saat,
ketiadaanmu di gedung ini mendahuluiku,
menyisakan bayang semu
dalam terangnya cahaya lampu
terpantul pada kemejamu yang abu,
menyinari wajahmu yang sendu.
Bandung, 2015.Posted by Ireneu Lestari at 10/22/2015 11:10:00 PM | Labels: Catatan Sendu | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Kehilangan
Saturday
Kehilangan memang selalu menjadi hal yang tak mudah.Sesuatu yang semestinya disana, kini hilang entah kemana.Sesuatu yang semestinya bersama, kini pergi entah dalam waktu berapa lama. Sekedar beberapa saat saja, atau mungkin selamanya.Sesuatu yang semestinya terlihat, kini hanya berbentuk kenangan bahwa ia memang pernah selalu melekat.Sesuatu yang semestinya ada dalam kenyataan, kini hanya sebongkah ingatan yang meninggalkan jejak goresan kebersamaan.
Namun sejatinya, apa yang kita punya merupakan titipanNya. HakNya lah untuk mengambil sesuatu tersebut kapan saja, dimana saja.Dan kewajiban kitalah untuk menjaga titipan sebaik-baiknya, sebelum Dia dengan tak terduga mengambilnya lagi....Yang hilang biarlah tak jua kembali. Mungkin memang bukan rejeki. Setidaknya, dengannya kita tahu, bahwa tiada pernah apapun menjadi abadi... Hanya titipan Ilahi.
Walau tak salah, ketika harap masih ada walau hanya sekedar hinggap. Walau keduanya haruslah didasari dengan rasa ikhlas yang berserah...
Dear, jam tangan yang hilang diatas tembok mushala........ Kebersamaan kita tak lebih dari setahun. Namun pengabdianmu hebat, dalam panas terik ataupun hujan lebat.. Tak pula kau menjadi berkarat.Garis putih kau tuai diatas kulit tangan kiriku. Menjadi bukti nyata kesetiaanmu, dalam mengingatkanku dengan cara yang membuat mata ini membulat, terperanjat, karena waktumu 30 menit mempimpin waktu-waktu jam lain.Walau tak lagi melekat erat di tangan ini, setidaknya.. melingkarlah di tangan lain. Bermanfaatlah, meski tak lagi bersama pecinta pertamamu.
Atau, melingkarlah.... Dan buatlah pemilik barumu merasakan cintaku yang besar untukmu, hingga ia sudi mengembalikanmu pada perlekatan lamamu.
04 Juni 2013. Ireneu Lestari dengan rasa kehilangan... Maafkan aku untuk ia yang memberiku jam hilang itu sebagai sebuah hadiah. :"(Posted by Ireneu Lestari at 6/06/2015 04:11:00 PM | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Ya Allah.. Perkenankanlah kami berkumpul kembali kelak di surgaMu. Kumpunkanlah kembali seluruh keluarga, sahabat, dan teman yang teramat kami sayangi dalam kebahagiaan kekal di diatas langit ketujuh didekat sidratul muntahaMu..Perkenankanlah kami saling menatap bahagia dengan orang-orang yang kami sayangi, melihat diri yang dihiasi dengan gelang emas dan pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang kami duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah..Perkenankanlah kami berada di tempat peristirahatan terakhirMu yang paling indah, yang berisi kesejahteraan tanpa sedikitpun penderitaan..Perkenankanlah kami menangis bahagia ketika kami menginjak istanaMu yang megah dan terbuat dari emas juga perak, catnya dari minyak kesturi, lalu batu kerikil dan pasirnya terbuat dari intan dan mutiara. Kemudian mengalir di bawahnya sungai-sungai paling memukau yang pernah tertangkap oleh pandang mata titipanMu ini ya Allah..Perkenankanlah Kami bercengrama di taman-taman surgawi yang dikelilingi bidadara bidadari dengan rupa menawan hati dan bermata jeli..Aamiin ya Rabb, aamiin ya Rabbalalamin...
Posted by Ireneu Lestari at 4/19/2015 03:28:00 PM | Labels: corak | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Cemburu-Nya.
Monday
"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain padaNya. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepadaNya."
-Imam Syafi'iPosted by Ireneu Lestari at 4/13/2015 09:08:00 PM | Labels: corak | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Sebuah doa.
Tuesday
"Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..
Jika ia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk..
Jika ia memang takdir bagiku, pantaskanlah ia untukku, dan pantaskanlah diriku untuknya..
Ya Rabb.. aku memilihnya karena sebuah keyakinan..
Dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya..
Dengan seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya..
Aku selalu berdoa kepadaMu untuk memintanya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya..
Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..
Aku yakin bahwa tidak ada ketetapanMu yang salah.
Aamiin ya rabbal ‘alamin... "(Repost from Berdakwah).Posted by Ireneu Lestari at 3/31/2015 01:55:00 AM | Labels: Diary | 2 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |



